Tafsir Sosial atas Kenyataan: Risalah tentang Sosiologi Pengetahuan (1)

Peter L. Berger & Thomas Luckmann

Prakata

Buku ini dimaksudkan sebagai suatu pembahasan teoritis dan sistematis mengenai sosiologi pengetahuan. Oleh sebab itu ia tidak dimaksudkan untuk menyajikan suatu tinjauan historis mengenai perkembangan disiplin ini, atau untuk menjelaskan dan menafsirkan pelbagai tokoh dalam perkembangan ini atau itu dalam teori sosiologi, atau bahkan untuk menunjukkan bagaimana suatu sintesa bisa dicapai antara tokoh-tokoh dan perkembangan-perkembangan itu. Begitu pula tidak dikandung maksud untuk melibatkan diri dalam sesuatu polemik. Ulasan-ulasan kritis mengenai pendirian-pendirian teoritis lain hanya diberikan (tidak di dalam teks melainkan dalam catatan kaki) sejauh hal itu dapat memperjelas argumen buku ini.

Inti argumen itu akan dijumpai dalam Bagian-bagian Dua dan Tiga (“Masyarakat sebagai Kenyataan Objektif” dan “Masyarakat sebagai Kenyataan Subjektif”); yang pertama menyajikan pemahaman dasar kami mengenai berbagai masalah sosiologi pengetahuan, dan yang kedua menerapkan pemahaman ini kepada tingkat kesadaran subjektif dan dengan itu membangun sebuah jembatan teoritis ke masalah-masalah psikologi sosial. Bagian Satu memuat apa yang paling tepat dapat dilukiskan sebagai prolegomena filosofis bagi argumen inti, dari segi suatu analisa fenomenologis mengenai kenyataan kehidupan sehari-har (“Dasar-dasar Pengetahuan dalam Kehidupan Sehari-hari”). Pembaca yang hanya menaruh minat kepada argumen sosiologis semata mungkin akan tergoda untuk melompati saja bagian ini, akan tetapi ia kiranya perlu diingatkan bahwa konsep-konsep kunci tertentu yang digunakan dalam keseluruhan argumen itu didefinisikan dalam Bagian Satu ini.

Meskipun minat kami tidak terletak dalam segi historisnya, kami merasa berkewajiban untuk menjelaskan apa sebabnya dan dengan cara bagaimana konsepsi kami mengenai sosiologi pengetahuan berbeda dengan apa yang pada umumnya dipahami hingga kini oleh disiplin ini. Penjelasan ini terdapat dalam Pendahuluan. Di bagian akhir buku ini, kami sajikan beberapa catatan penutup untuk menunjukkan apa yang kami anggap sebagai “buah hasil” upaya kami ini bagi teori sosiologi pada umumnya dan bagi bidang-bidang tertentu dalam penelitian empiris.

Logika argumen kami menyebabkan bahwa sampai tingkat tertentu kami mau tak mau harus mengulang-ulang. Demikianlah, maka beberapa masalah ditinjau di dalam “tanda kurung” fenomenologis dalam Bagian Satu, kemudian masalah-masalah itu dibahas kembali dalam Bagian Dua, kali ini tanpa “tanda kurung”, dan dengan perhatian tertuju kepada asal-usul (genesis) empirisnya, lalu untuk ketiga kalinya masalah-masalah itu dibahas lagi dalam Bagian Tiga pada tingkat kesadaran subjektif. Kami telah berusaha agar buku ini bisa dibaca semudah mungkin, tetapi tanpa melanggar logika dalamnya, dan kami berharap bahwa pembaca akan memaklumi mengapa pengulangan-pengulangan tertentu tidak dapat dielakkan.

Ibn al ‘Arabi, mistikus besar Islam, berseru di dalam salah satu syairnya — “Selamatkan kami, ya Allah, dari lautan nama-nama!” Seruan ini sering kami ulangi selama kami sendiri belajar sosiologi. Karena itu kami telah memutuskan untuk meniadakan semua nama dari argumen kami yang di sini. Argumen itu lalu bisa dibaca sebagai suatu penyajian yang bersinambung dari pendirian kami sendiri, tanpa setiap saat diselingi dengan ungkapan-ungkapan -ungkapan seperti “Durkheim berkata begini”, “Weber berkata begitu”, “Dalam hal ini kami sependapat dengan Durkheim tapi tidak dengan Weber”, “Kami kira Durkheim telah disalahtafsirkan dalam hal ini”, dan sebagainya. Bahwa posisi kami tidaklah muncul dari keadaan kosong (ex nihilo) sudah jelas dalam setiap halaman; tetapi kami ingin agar posisi ini dinilai atas dasar baik-buruknya sendiri, tidak dari segi aspek-aspek penjelasan atau pensitesaannya. Karena itu, kami mencantumkan semua acuan dalam catatan kaki, dan demikian pula halnya (meskipun selalu secara singkat) dengan setiap perbedaan pendapat kami dengan sumber-sumber yang kepadanya kami berhutang budi. Hal ini dengan sendirinya menyebabkan karangan ini dilengkapi dengan banyak sekali catatan kaki. Itu tidak berarti bahwa kami sekadar menaati ritual Wissenschatlichkeit (keilmiahan), melainkan kami ingin setia kepada tuntutan-tuntutan untuk menyatakan rasa terima kasih kepada sejarah.

Proyek yang pada akhirnya melahirkan buku ini untuk pertama kalinya dibicarakan dalam musim panas 1962, dalam sejumlah percakapan yang santai di kaki dan—kadang-kadang—di puncak pegunungan Alpina di bagian barat Austria. Rencana pertama untuk menulis buku ini dibuat dalam awal 1963. Ketika itu rencana tersebut dimaksudkan sebagai suatu usaha yang melibatkan seorang sosiolog lagi dan dua orang filsuf. Karena berbagai alasan biografis, peserta-peserta lainnya terpaksa mengundurkan diri dari keterlibatan secara aktif di dalam proyek itu, namun kami ingin menyatakan penghargaan kami yang sebesar-besarnya atas komentar-komentar kritis yang terus menerus diberikan oleh Hansfried Kellner (saat ini di Universitas Frankfurt) dan Stanley Pullberg (saat ini di Ecole Pratique des Hautes Etudes).

Sampai sejauh mana hutang budi kami kepada mendiang Alfred Schutz akan menjadi jelas dalam berbagai bagian dari karangan ini. Namun demikian, kami di sini ingin menegaskan pengaruh ajaran dan tulisan Schutz atas pemikiran kami. Dalam upaya memahami Weber, kami telah memperoleh manfaat yang sangat besar dari ajaran Carl Meyer (
Graduate Faculty, New School for Social Research), demikian pula halnya dengan tafsiran-tafsiran Albert Salomon (juga dariGraduate Faculty) bagi pemahaman kami tentang Durkheim dan mazhabnya. Sambil mengenang kembali sekian banyaknya percakapan yang bermanfaat selama periode mengajar bersama-sama di Hobart College dan dalam kesempatan-kesempatan lain, Luckmann ingin menyatakan penghargaannya kepada pemikiran Friedrich Tenbruck (sekarang di universitas Frankfurt). Berger ingin menyatakan rasa terima kasihnya kepada Kurt Wolff (Universitas Brandeis) dan Anton Zilderveld (Universitas Leiden) atas perhatian kritis yang terus-menerus mereka berikan dalam perkembangan gagasan-gagasan yang terkandung dalam buku ini.

Dalam proyek seperti ini sudah merupakan satu kelaziman untuk menyatakan penghargaan atas berbagai sumbangan yang tak kentara, yang telah diberikan oleh istri, anak dan kawan-kawan pribadi yang status hukumnya lebih tidak jelas. Untuk sekedar menyalahi kelaziman ini kami ingin mempersembahkan buku ini kepada seorang Jodler (ahli nyanyi yodel) dari Brand/Vorarlberg. Namun demikian, kami ingin menyatakan rasa terima kasih kami kepada Brigette Berger (Hunter College) dan Benita Luckmann (Universitas Freiburg), bukan karena peranan pribadi yang tidak relevan dari segi ilmiah, melainkan karena pandangan-pandangan kritis mereka sebagai ilmuwan sosial dan karena kekerasan sikap mereka untuk tidak mudah terkesan.

Peter L. Berger

Graduate Faculty
New School for Social Research
New York

Thomas Luckmann
Universitas Frankfurt





    Tinggalkan Balasan

    Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

    Logo WordPress.com

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

    Gambar Twitter

    You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

    Foto Facebook

    You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

    Foto Google+

    You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

    Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: